Senja
segaris sinar menerkaku
membuat sebuah bayangn tanpa ku kenal
dedaunan ditarikan angin binal
dan gembala memulai suluk
kau masih saja berdiri disitu
di keremangan dan sela yang kau buat sendiri
lihat, kanfas telah menguning
ada ruang yang perlu diisi
Friday, August 27, 2010
Thursday, July 1, 2010
Garis Harapan
Pada tanah yang belum dikenalnya ia taruh mimpinya
Terlebih lagi hidupnya yang bercampur
kumuh, tengik, lusuh, dan panas menyengit
Gedung-gedung kota yang gagah kadang meludah,
memberi celah buatnya untuk tetap menengadah,
dalam garis harap yang sayu, serta tangis redup.
Makan apa saya besok?
kalengnya tak lagi berlogam.
sedang mereka yang berdasi, dan mencekik.
buat apa uang ini besok?
tak habis-habis juga. . . .
Terlebih lagi hidupnya yang bercampur
kumuh, tengik, lusuh, dan panas menyengit
Gedung-gedung kota yang gagah kadang meludah,
memberi celah buatnya untuk tetap menengadah,
dalam garis harap yang sayu, serta tangis redup.
Makan apa saya besok?
kalengnya tak lagi berlogam.
sedang mereka yang berdasi, dan mencekik.
buat apa uang ini besok?
tak habis-habis juga. . . .
Tuesday, April 20, 2010
ngelmu jawa
Ngelongana jiwa remana maha, ngimbuhana banyu karahayon
"Hindarilah jiwa angkara murka, tambahilah air keselamatan. Manusia hidup didunia sudah seharusnya menghindari sifat angkara murka dan memperbanyak jalan menuju keselamatan dan kehormatan. Itu semua dilakukan guna mendapatkan kemuliaan dan keselamatan hidup."(tonymulyono)
Subscribe to:
Posts (Atom)